Fungsi pH Meter : Pengertian - Prinsip Kerja PH Meter

· 3 min read
Fungsi pH Meter : Pengertian - Prinsip Kerja PH Meter

pH mtr. adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. pH sendiri adalah singkatan berasal dari “potential of Hydrogen,” yang mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan berdasarkan konsentrasi ion hidrogen (H+) dalam larutan tersebut.

bagian bagian ph meter dan fungsinya  diukur pada skala 0 hingga 14, di mana pH 7 tunjukkan larutan netral, pH di bawah 7 memperlihatkan larutan asam, dan pH di atas 7 tunjukkan larutan basa.

Fungsi pH meter adalah untuk pilih apakah suatu larutan berupa asam, basa, atau netral. Hal ini menjadi perlu di dalam penelitian laboratorium dan pengawasan mutu produk.

Berikut adalah lima komponen utama yang terdapat di dalam pH meter beserta manfaat yang dimilikinya:

Elektrode Kaca

Di pada dua elektrode yang dicelupkan ke di dalam larutan, komponen elektrode kaca berperan sebagai salah satu kutub. Komponen ini terhitung terdiri berasal dari bulb atau lapisan berupa bulat terhadap bagian ujung. Fungsinya menjadi area pertukaran ion positif yang menyebabkan terjadinya perbedaan potensial di antara dua elektrode yang diuji.
Elektrode kaca bisa dikatakan sebagai komponen inti dalam instrumen pH meter. Reaksi yang terjadi di di dalam bagian ini bakal memperlihatkan pembacaan potensiometer. Hasilnya dapat punya nilai negatif (asam), positif (basa), atau tidak terbaca apa pun—yang artinya larutan bersifat netral.

Elektrode Referensi

Elektrode referensi adalah kutub kebalikan berasal dari elektrode kaca. Ketika dua elektrode ini dialiri dan direndam suatu style larutan, akan terbentuk kronologis listrik yang memilih kandungan pH larutan tersebut.
Meski demikian, elektrode referensi memiliki nilai potensial yang tidak beralih pada suasana larutan apa pun. Aliran listrik yang terbentuk dan juga nilai yang dihasilkan cuma mengukur besar-kecilnya reaksi potensial elektrode kaca waktu disandingkan bersama dengan elektrode ini.

Termometer

Komponen lain yang kudu dimiliki sebuah pH mtr. adalah sensor temperatur atau termometer. Hal ini cocok bersama dengan komitmen penghitungan derajat keasaman yang dapat terbujuk oleh temperatur larutan yang diuji.
Jika larutan punyai pH netral miliki nilai 7, perubahan temperatur tidak dianggap berpengaruh. Namun, kalau larutan sampel berwujud asam (pH kurang berasal dari 7) atau basa (pH lebih berasal dari 7), penghitungan temperatur oleh termometer akan menentukan akurasi pembacaan nilai pH larutan.

Amplifier

Dalam bagian-bagian pH meter, penguat voltase—yang lebih dikenal dengan arti amplifier—adalah komponen perlu yang berperan dalam penentuan nilai pH. Seperti halnya termometer yang menguatkan penghitungan dengan melibatkan suhu, amplifier termasuk dapat membawa dampak hasil pH yang terbaca jadi lebih akurat.
Komponen ini bakal menegaskan hitungan voltase berada didalam rentang 0-14 (rentang pH) supaya penentuan derajat asam, basa, maupun netralitas suatu larutan dapat dihitung secara tepat.

Mikroprosesor

Pada proses kerja pH meter, mikroprosesor berperan didalam penerjemahan nilai voltase kiriman amplifier, penghitungan ukuran suhu, dan pembacaan nilai pH suatu larutan. Dengan kata lain, komponen ini akan meyakinkan seluruh proses yang dijalankan komponen lain terjadi harusnya supaya menampilkan nilai pH larutan terhadap layar LCD yang terkandung di di dalam sebuah unit pH meter.

Penggunaan pH mtr. relatif sederhana. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:

-Persiapkan pH meter bersama bersihkan elektroda pH dan menegaskan seluruh komponen dalam suasana baik.
-Siapkan sampel larutan yang akan diukur. Pastikan sampel termasuk tempat yang lumayan untuk elektroda pH tenggelam sepenuhnya.
-Selanjutnya, selupkan elektroda pH ke di dalam sampel larutan dengan hati-hati. Pastikan elektroda tenggelam sepenuhnya tanpa menyentuh dasar wadah.
-Tunggu beberapa kala hingga nilai pH stabil. Membaca dapat nampak di layar pH meter, entah di dalam bentuk skala analog atau angka digital.
Catat nilai pH yang terbaca.
-Setelah pengukuran selesai, bersihkan elektroda pH bersama dengan air murni (Aquades) dan keringkan dengan lembut sebelum menyimpannya.

pH mtr. berfungsi untuk memilih keasaman atau basaan suatu larutan layaknya air dan sebagainya. Selain itu, pH mtr. mampu termasuk digunakan untuk mengukur persentase air dan menyadari tingkat kesuburan suatu tanah. Alat ini juga mampu digunakan untuk mengukur pH tanah dalam tingkat kedalaman tertentu sampai takaran cahaya matahari, kandungan nitrogen, fosfor sampai kalium sekalipun.

Jenis pH meter ini mampu digolongkan jadi dua yaitu berdasarkan pembacaannya dan juga berdasarkan penggunaannya. Jika berdasarkan pembacaannya ada pH meter analog dan ada pH meter digital. Sementara jika dilihat berdasarkan kegunaannya ada pH meter air dan pH mtr. tanah. Selanjutnya pH mtr. yang sering dipakai ada pH mtr. aquarium, pH mtr. air, tanah dan suhu.